Peran Sitokin pada Imunitas Spesifik

Peran Sitokin pada Imunitas Spesifik

wp-1465431796241.jpgSitokin adalah suatu molekul protein yang dikeluarkan oleh sel ketika diaktifkan oleh antigen. Sitokin terlibat dalam komunikasi sel-sel, bertindak sebagai mediator untuk meningkatkan respon imun (lihat sistem kekebalan tubuh) melalui interaksi dengan reseptor permukaan sel tertentu pada leukosit.

Jenis sitokin termasuk interleukin (diproduksi oleh leukosit), limfokin (diproduksi oleh limfosit), interferon, dan faktor nekrosis tumor. Sel-sel dari sistem kekebalan tubuh berkomunikasi satu sama lain dengan melepaskan dan menanggapi messenger kimia yang disebut sitokin. Protein ini disekresikan oleh sel-sel kekebalan tubuh dan bertindak pada sel lain untuk mengkoordinasikan respon imun yang tepat. Sitokin mencakup beragam macam interleukin, interferon, dan faktor pertumbuhan.

Beberapa sitokin adalah switch kimia yang mengubah jenis sel kekebalan tertentu dan mematikan. Satu sitokin, interleukin 2 (IL-2), memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi sel T. Meningkatkan kekebalan sifat IL-2 ini telah secara tradisional membuat pengobatan yang menjanjikan untuk beberapa penyakit. Studi klinis yang dilakukan untuk menguji manfaat dalam penyakit seperti kanker, hepatitis C, dan infeksi HIV dan AIDS. Para ilmuwan sedang mempelajari sitokin lain untuk melihat apakah mereka juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit.

Sitokin berperan dalam proliferasi dan diferensiasi limfosit setelah antigen dikenal dalam fase aktivasi pada respons spesifik dan selanjutnya berperan dalam aktivasi dan proliferasi sel efektor khusus.
Peran Sitokin pada Imunitas Spesifik
  1. IL-2 IL-2 adalah faktor pertumbuhan untuk sel T yang dirangsang dan berperan  pada ekspansi klon sel T setelah antigen dikenal. IL-2 meningkatkan proliferasi dan diferensiasi sel imun lain (sel NK, sel B). IL-2 meningkatkan kematian apoptosis sel T yang diaktifkan antigen melalui Fas. Fas adalah golongan reseptor TNF yang diekspresikan pada permukaan sel T. IL-2 merangsang proliferasi dan diferensiasi sel T, sel B dan NK. IL-2 juga mencegah respons imun terhadap antigen sendiri melalui peningkatan apoptosis sel T melalui Fas dan merangsang aktivitas sel T regulatori.
  2. IL-4 IL-4 merupakan stimulus utama produksi IgE dan perkembangan Th2 dari sel CD4+naif. IL-4 merupakan sitokin petanda sel Th2. IL-4 merangsang sel B meningkatkan produksi IgG dan IgE dan ekspresi MHC-II. IL-4 merangsang isotipe sel B dalam pengalihan IgE, diferensiasi sel T naif ke subset Th2. IL-4 mencegah aktivasi makrofag yang diinduksi IFN-γ dan merupakan GF untuk sel mast terutamadalam kombinasi dengan IL-3.
  3. IL-5 IL-5 merupakan aktivator pematangan dan diferensiasi eosinofil utama dan  berperan dalam hubungan antara aktivasi sel T dan inflamasi eosinofil. IL-5 diproduksi subset sel Th2 (CD4+) dan sel mast yang diaktifkan. IL-5 mengaktifkan eosinofil.
  4. IFN-γ IFN-γ yang diproduksi berbagai sel sistem imun merupakan sitokin utama MAC dan berperan terutama dalam imunitas nonspesifik dan spesifik selular. IFN-γ adalah sitokin yang mengaktifkan makrofag untuk membunuh fagosit. IFN-γ merangsang ekspresi MHC-I dan MHC-II dan kostimulator APC. IFN-γmeningkatkan diferensiasi sel CD4+naif ke subset sel Th1 dan mencegah proliferasi sel Th2.
  5. TGF-β Efek utama TGF-β adalah mencegah proliferasi dan aktivasi limfosit dan leukosit lain. TGF-β merangsang produksi IgA melalui induksi dan pengalihan selB.
  6. Limfotoksin LT diproduksi sel T yang diaktifkan dan sel lain. LT mengaktifkan sel endotel dan neutrofil, merupakan mediator pada inflamasi akut dan menghubungkan sel T dengan inflamasi. Efek ini sama dengan TNF.
  7. IL-13 IL-13 memiliki struktur homolog dengan IL-4 yang diproduksi sel CD4+Th2. IL-13-R ditemukan terutama pada sel nonlimfoid seperti makrofag. Efek utamanya adalah mencegah aktivasi dan sebagai antagonis IFN-γ. IL-13 merangsang produksi mukus oleh sel epitel paru dan berperan pada asma.
  8. IL-16 IL-16 diproduksi sel T yang berperan sebagai kemoatraktan spesifik eosinofil.
  9. IL-17 IL-17 diproduksi sel T memori yang diaktifkan dan menginduksi produksi sitokin proinflamasi lain seperti TNF, IL-1 dan kemokin.
  10. IL-25 IL-25 memiliki struktur seperti IL-17, disekresi sel Th2 dan merangsang  produksi sitokin Th2 lainnya seperti IL-4, IL-5 dan IL-13. IL-17 dan IL-25 diduga  berperan dalam meningkatkan reaksi inflamasi yang sel T dependen bentuk lain
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s